Pedoman Perhitungan Kerugian Negara

Dalam prakteknya kerugian negara sering disebut hanya kerugian negara saja, namun beberapa kasus sudah mulai sering disebut macam-macam kerugian negara
 
a.      Kerugian bersih
Kerugian dihitung dari hanya dari barang dan jasa yang belum diterima. Contoh untuk Mebelair untuk kelas sebanyak 700 kursi, ketika diterima oleh panitia penerima barang ada 42 kursi yang tidak memenuhi persyaratan dalam jenis dan kualitas kayu. Kemudian penyedia diminta untuk menyampaikan kekurangannya. Sampai dengan batas waktu yang ditentukan penyedia  bisa menyampaikan sebanyak 42 kursi. Penyedia dibayar untuk semua prestasinya. Ketika  diaudit kembali ternyata ada 12 kursi yang tidak memenuhi maka ada kerugian Negara hanya untuk 12 kursi tersebut.

b.      Kerugian total dengan penyesuaian
Kerugian atas nilai total pengadaan dan akibat atas pengadaan. Contoh pengadaan bibit tanaman sawit. Setelah diterima dan dibayar, ternyata tanaman sawit tersebut ternyata palsu sehingga diperlukan biaya pemusnahan.

c.       Kerugian Total
Kerugian dihitung dari nilai paket pengadaan. Contoh pengadaan lift, ternyata liftnya sebagai kesatuan pekerjaan tidak berfungsi.