Pengertian dan Perbedaan Kontrak Lumpsum & Kontrak Harga Satuan

Jenis kontrak apa sih yang musti kita pilih? Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Lumpsum? Sesaat kita mencaplok jenis kontrak alangkah bagusnya kita belajar dahulu perbedaan kontrak Lump Sum dan kontrak Harga Satuan. Mari kita membaca Perpres 54 tahun 2010 pasal 51, dimana dijelaskan :

Pengertian Kontrak Lump Sum adalah jenis kontrak yang lazim digunakan dalam pengadaan barang dan jasa di Indonesia. Pelaku proyek sangat mengenal jenis kontrak ini. Tapi sayang mereka hanya sebatas cukup mengenal saja. Banyak kejadian  dan pendapat yang lucu serta aneh bin ajaib muncul ketika terjadi dispute pada proyek kontrak lump sum.

KETENTUAN KONTRAK LUMPSUM:
Jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;
Semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa;
Pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;
Sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);
Total harga penawaran bersifat mengikat; dan
Tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang (volume pekerjaan sudah diketahui dengan pasti).

Kontrak Harga Satuan merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:

KETENTUAN KONTRAK HARGA SATUAN:
Harga Satuan Pasti Dan Tetap Untuk Setiap Satuan Atau Unsur Pekerjaan Dengan Spesifikasi Teknis Tertentu;
Volume Atau Kuantitas Pekerjaannya Masih Bersifat Perkiraan Pada Saat Kontrak Ditandatangani;
Pembayarannya Didasarkan Pada Hasil Pengukuran Bersama Atas Volume Pekerjaan Yang Benar-benar Telah Dilaksanakan Oleh Penyedia Barang/Jasa; Dan
Dimungkinkan Adanya Pekerjaan Tambah/Kurang Berdasarkan Hasil Pengukuran Bersama Atas Pekerjaan Yang Diperlukan.